,

Iklan

Rehab Gedung Ex Kantor DPRK Aceh Utara Telan Rp 900 Juta, Namun Kondisi Luar Tak Berubah

Wartapos
18 Mar 2025, 11:33 WIB Last Updated 2025-03-18T04:33:03Z
Kondisi Gedung Eks Kantor DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe yang telah direhab menelan anggaran sebesar Rp 900 juta. (wartapos.net)



LHOKSEUMAWE – Proyek rehabilitasi Gedung Eks Kantor DPRK Aceh Utara di Lhokseumawe menelan anggaran sebesar Rp 900 juta Tahun Anggaran 2024. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi luar gedung tampak tidak mengalami perubahan signifikan.


Dari hasil pengamatan, halaman gedung tersebut justru dipenuhi semak belukar dan tumpukan keramik pecah. Selain itu, plafon luar tampak roboh, dan cat dinding masih dalam kondisi lama tanpa tanda-tanda perbaikan. Halaman gedung juga terlihat menjadi tempat parkir odong-odong, memperlihatkan kesan bangunan yang tidak terurus.


Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lhokseumawe, Husni, mengklaim bahwa proyek rehabilitasi memang hanya berfokus pada bagian dalam gedung. Ia menyebutkan bahwa kondisi gedung yang besar membuat anggaran Rp 900 juta hanya cukup untuk memperbaiki bagian dalam.


“Kalo mau lihat, besok kita masuk. Hari ini tidak mungkin karena kunci dipegang pihak aset, jadi biar kita minta dulu kuncinya,” ujar Husni, Selasa (18/3/2025).


Ia juga menyebutkan bahwa untuk merehabilitasi keseluruhan gedung, termasuk bagian luar, dibutuhkan anggaran lebih besar, sekitar Rp 2 miliar.


Saat disinggung siapa rekanan proyek tersebut? Husni mengaku pelaksana kegiatan tersebut merupakan mantan timses walikota sekarang."katanya seraya mempersilahkan konfirmasinya untuk dikutip.


Pernyataan ini memunculkan tanda tanya, mengingat anggaran hampir satu miliar rupiah yang telah dialokasikan, namun kondisi luar gedung masih terlihat kumuh dan tak tersentuh perbaikan.


Publik pun mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut serta urgensi perbaikan yang hanya difokuskan pada bagian dalam gedung.


Dengan kondisi seperti ini, apakah rehabilitasi benar-benar dilakukan sesuai rencana, atau hanya sebatas pekerjaan di balik pintu tertutup? Transparansi penggunaan anggaran menjadi hal yang sangat dinantikan oleh masyarakat.(*)

Iklan